Organ Manusia Sekarang Bisa Ditumbuhkan dari Tubuh Hewan




Jakarta, Akibat peperangan yang dilancarkan AS akhir-akhir ini, ada ratusan hingga ribuan tentara yang terluka dan harus merelakan bagian tubuhnya. Dulu orang menggunakan organ buatan atau prosthetic yang terlihat kurang alami. Namun kini, para prajurit yang malang ini bisa mendapat organ yang terbuat dari kulit dan sel-sel hidup.

Massachusetts General Hospital di Boston telah berhasil menumbuhkan telinga manusia pada tubuh tikus. Telinga ini sejatinya berasal sel domba yang ditanamkan pada punggung tikus. Organ ini berhasil dibuat selama selama 20 minggu serta membuktikan bahwa pembuatannya bisa dilakukan dengan sukses dan berlangsung untuk jangka waktu yang lama.

Tak hanya itu, para ilmuwan juga telah berhasil menumbuhkan tulang dan kulit di laboratorium. Penumbuhan organ-organ tersebut sengaja dimaksudkan untuk mengobati veteran perang yang terluka dan kehilangan bagian tubuhnya.

Selain di Boston, ahli bedah di Los Angeles berhasil menggunakan sebagian dahi pasien bernama Michael Mills untuk membentuk ulang hidungnya setelah sebuah bom membuatnya cacat di Irak. Di San Antonio, dokter sedang menguji obat semprot yang membuat kulit secara otomatis sembuh dari luka bakar dan luka lainnya.

Salah satu caranya adalah dengan mengambil potongan kulit seukuran perangko, mengolahnya di laboratorium dan menyemprotkannya ke luka bakar atau luka lainnya. Semprotan itu kini sudah mendapat lisensi di 7 negara. Cara lainnya adalah menggunakan kulit yang berasal dari kulup penis yang telah disunat.

Perkembangan teknologi medis ini tak lepas dari sokongan pemerintah AS. Empat tahun lalu, pemerintah federal mendirikan AFIRM, Armed Forces Institute of Regenerative Medicine, suatu jaringan rumah sakit kelas atas dan rumah sakit universitas. Dana sebesar US$ 300 juta atau sekitar Rp 2,875 triliun dihibahkan untuk mengembangkan pengobatan baru menggunakan ilmu sel.

"Idenya adalah mengajak semua peneliti bersama-sama mengembangkan teknologi besar yang masih dalam tahap awal ini untuk akhirnya siap diberikan kepada para tentara," kata direktur AFIRM yang baru saja pensiun, Terry Irgens seperti dilansir Medical Xpress, Selasa (11/9/2012).

Para dokter juga berencana melakukan transplantasi wajah yang lebih ekstrim dibandingkan operasi plastik. Di seluruh AS, peralatan medis tercanggih yang ada sekarang sedang dikerahkan untuk mengobati veteran perang dan tentara yang terluka.

Salah satu contoh pasiennya adalah Sersan Ron Strang. Mantan marinir berusia 28 tahun dari Pittsburgh ini kehilangan setengah otot pahanya akibat pecahan peluru. Akibatnya ia sulit menyeimbangkan badan ketika berdiiri. Setelah menjalani pengobatan sel eksperimental dengan sel babi di University of Pittsburgh Medical Center, ia mengaku kondisinya kini sangat lebih baik.

"Sekarang saya bisa sedikit berjalan dan bermain sepak bola santai dengan teman-teman. Ini merupakan penyembuhan yang sangat besar," kata Strang.


Sumber: Detik.com

Categories: